SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAH

Sabtu, 25 Desember 2010 02.25 Diposting oleh Maz alif 0 komentar
Suatu ketika tatkala Rasulullah s.a.w. sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui Baginda s.a.w.. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah s.a.w. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar. 

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Rasulullah s.a.w. , menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Rasulullah s.a.w. . Pedangnya yang tajam ikut dibawanya. 
Rasulullah s.a.w.  menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira, tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad s.a.w.. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan. 

Kamis, 12 November 2009 04.33 Diposting oleh Maz alif 0 komentar

Pegunungan Dieng - Wonosobo


Dieng adalah sebuah kawasan di daerah dataran tinggi di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa Dieng terbagi menjadi Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Kidul, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Kawasan ini terletak sekitar 26 km di sebelah Utara ibukota Kabupaten Wonosobo, dengan ketinggian mencapai 6000 kaki atau 2.093 m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin. Temperatur berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Bahkan, suhu udara terkadang dapat mencapai 0°C di pagi hari, terutama antara Juli—Agustus. Penduduk setempat menyebut suhu ekstrem itu sebagai bun upas yang artinya "embun racun" karena embun ini menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Note : Gambar kawah , Candi Arjuna, dan Peta Dieng

Obyek Wisata :
Beberapa peninggalan budaya dan cagar alam telah dijadikan sebagai obyek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa obyek wisata di Dieng.

* Telaga Werna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung
* Telaga Pengilon
* Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa)
* Kompleks Candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Gatotkaca, Bima
* Gua Semar
* Sumur Jalatunda
* Mata air Sungai Serayu

Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda Kuno "Di" yang berarti "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari Bahasa Sunda karena diperkirakan sebelum tahun 600 daerah itu didiami oleh Suku Sunda dan bukan Suku Jawa.

Candi-candi di Dieng dipercaya sebagai tanda awal peradaban Hindu di Pulau Jawa pada masa Sanjaya pada abad ke-8. Hal ini ditunjukkan dengan adanya gugusan candi di Dieng yang konon untuk memuja Dewa Syiwa. Candi-candi tersebut antara lain: Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Gatot Kaca. Sedangkan untuk penamaan candi-candi itu sendiri dipercaya baru dimulai pada abad ke-19. Hal ini ditunjukkan dengan adanya relief-relief yang ada pada candi tersebut. Misalnya pada Candi Srikandi, relief yang terlukis justru merupakan penggambaran dari wujud Dewa Syiwa. Candi-candi tersebut dibangun dengan menggunakan konstruksi batu Andesit yang berasal dari Gunung Pakuwaja yang berada di Selatan komplek Candi Dieng.

Dieng terbentuk dari gunung api tua yang mengalami penurunan drastis (dislokasi), oleh patahan arah barat laut dan tenggara. Gunung api tua itu adalah Gunung Prau. Pada bagian yang ambles itu muncul gunung-gunung kecil yaitu: Gunung Alang, Gunung Nagasari, Gunung Panglimunan, Gunung Pangonan, Gunung Gajahmungkur dan Gunung Pakuwaja.
Beberapa gunung api masih aktif dengan karakteristik yang khas. Magma yang timbul tidak terlalu kuat tidak seperti pada Gunung Merapi. Sedangkan letupan-letupan yang terjadi adalah karena tekanan air bawah tanah oleh magma yang menyebabkan munculnya beberapa gelembung-gelembung lumpur panas. Fenomena ini antara lain dapat dilihat pada Kawah Sikidang atau Kawah Candradimuka .
Untuk antisipasi terjadinya bahaya vulkanik Direktorat Vulkanologi dan MITIGASI Bencana Geologi secara terus menerus memantau aktifitas vulkanik di Pegunungan Dieng.
Dieng memang tempat yang elok dan damai serta menyimpan sejuta tantangan gairah para ilmuwan untuk melakukan penelitian.

asal usul danau toba

Sabtu, 31 Oktober 2009 21.56 Diposting oleh Maz alif 0 komentar

Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.

Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.

Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.

Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.

Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba

21.55 Diposting oleh Maz alif 0 komentar


Usman dan Hasan

21.51 Diposting oleh Maz alif 0 komentar
Disebuah desa kecil, terdapat keluarga yang sangat bahagia. Di rumah tersebut dihuni oleh seorang Ayah, Ibu dan seorang anak laki-laki yang bernama Hasan. Hasan termasuk anak yang pintar disekolahnya. Selain pintar, Ia juga anak yang baik. Hasan selalu membantu orang tua dan juga teman-temannya sehingga Ia mempunyai banyak teman. Hasan beumur 8 tahun dan kini Ia duduk dibangku kelas 3, di SD Negeri Neglasari.
Salah satu teman Hasan bernama Usman. Usman sangat berbeda dengan Hasan. Ia anak yang kurang pandai di sekolah dan Ia sangat nakal, sehingga Ia tidak mempunyai teman. Usman satu kelas dengan Hasan yaitu di SD Negeri Neglasari.
Di sekolah Hasan berteman dengan siapa saja. Hasan tidak pernah memilih-milih teman, sehingga Ia mempunyai banyak teman. Akan tetapi, berbeda dengan Usman.
Usman tidak mau berteman dengan orang yang tidak disukainya. Ia selalu memilih teman yang pintar saja, sehingga Ia tidak mempunyai teman seperti Hasan.
Hasan selalu menjadi juara kelas disekolahnya karena Ia selalu belajar dan berdoa kepada Allah agar semua cita-citanya tercapai dan Ia tidak pernah sombong. Hasan selalu membantu temannya jika ada yang kesulitan dalam pelajaran.
Berbeda dengan Hasan, Usman kurang pandai di sekolah. Ia tidak pernah mendapat nilai yang bagus, karena Ia tidak pernah belajar dan Ia elalu lupa untuk berdoa kepada Allah. Usman tidak pernah bertanya kepada guru atapun teman apabila mengalalami kesulitan dalam pelajaran, sehingga Ia tidak pernah berprestasi seperti Hasan.
Suatu hari, Ibu Guru memberikan tugas menggambar peta Indonesia untuk pelajaran Ilmu Pengethuan Sosial. Tugas itu dikerjakan berkelompok. Dan kebetulan Usman dan Hasan satu kelompok. Usman dan Hasan sepakat untuk kerja kelompok di rumah Hasan seusai pulang sekolah. Setelah usai sekolah Usman pulang terlebih dahulu ke rumahnya untuk meminta izin kepada orang tuanya.
Sesampainya dirumah, Usman langsung membuka pintu tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu dan Ia tidak langsung mengganti seragam sekolahnya. Usman langsung meminta izin kepada orang tuanya untuk kerja kelompok dirumah Hasan. Kebetulan jarak rumah Usman dan Hasan tiak terlalu jauh, jadi orang tuanya mengizinkan.Berbeda dengan Usman. Sesampainya Di rumah, Hasan tidak pernah lupa mengucapkan salam dan langsung mencuim tangan orang tuanya. Setelah itu Ia mengganti seragam sekolahnya dan meminta izin kepada orang tuanya untuk bekerja kelompok dirumahnnya.
Sesampainya di rumah Hasan, Usman bukan mengerjakan tugas tetapi malah bermain-main. Usman memainkan mobil-mobilan milik Hasan. Mobil-mobilan itu sangat bagus, sehingga Ia ingin memiliki mobil-mobilan itu. Lalu usman mencuri mobil-moobilan itu dan Ia langsung pulang dengan tergesa-gesa tanpa mengerjakan tugas terlebih dahulu. Buku Usman tertinggal di rumah Hasan, karena Usman pulang sangat tergesa-gesa. Lalu Hasan mengantarkan buku milik Usman itu ke rumahnya.
Sesampainya dirumah Usman, Hasan melihat mobil-mobilannya sedang dimainkan oleh Usman. Kemudian Hasan bertanya kepada Usman, apakah mobil-mobilan itu milik Hasan?. Dan Ia tidak mengaku bahwa mainan itu milik Hasan. Tiba-tiba Usman berlari keluar rumah dengan sangat cepat sambil membawa mobil-mobilan itu. Ketika sedang berlari, Usman terjatuh sampai kakinya berdarah. Ia tidak kuat menahan tangis karena kakinya luar bisasa sakit, sampai-sampai Ia tidak bisa berjalan sendiri. Namun Hasan tetap menolong Usman, walaupun Usman sudah mencuri mobil-mobilan milik Hasan.
Pada keesokan harinya Usman tidak masuk sekolah karena kakinya masih sakit. Ia mendapat hukuman dari Tuhan akibat kenakalannya. Sedangkan Hasan mendapat kebahagiaan dari Tuhan karena Hasan anak yang baik. Hasan mendapatkan hadiah mobil-mobilan yang baru dari Ibu Guru karena gambar peta Indonesia buatan Hasan paling bagus.

Rabu, 28 Oktober 2009 21.00 Diposting oleh Maz alif 0 komentar

Kisah Tiga Negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali

Kisah Tiga Negara (Hanzi: 三國演義, hanyu pinyin: sānguó yǎnyì, Bahasa Inggris:Romance of the Three Kingdoms) adalah sebuah roman berlatar-belakang sejarah dari zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, kisah ini dikenal dengan nama Samkok yang merupakan dialek Hokkian dari sanguo atau tiga negara.

Sering orang salah kaprah akan perbedaan Kisah Tiga Negara atau Kisah Tiga Kerajaan mengingat terjemahan bahasa Inggris dari roman ini adalah Romance of the Three Kingdoms, namun pada sebenarnya, yang tepat adalah Kisah Tiga Negaramengingat pada klimaks roman ini, ketiga pemimpin yang bertikai; Cao Cao, Liu Beidan Sun Quan masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang telah runtuh.

Roman ini ditulis oleh Luo Guanzhong (羅貫中), seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara diTiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya.

Kisah Tiga Negara adalah salah satu karya sastra klasik yang paling populer di dalam sejarah Tiongkok. Luo menuliskan roman ini dalam 120 bab yang mempunyai alur cerita bersambung dengan referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou dan sedikit imajinasinya sendiri. Ada sekitar lebih 400 tokoh sejarah yang diceritakan di dalam Kisah Tiga Negara yang dilukiskan dengan karakter berbeda. Cao Cao, Liu Beidan Sun Quan sama sebagai karakter pemimpin namun berbeda dalam sifat dan pemikiran. Demikian pula penasehat Zhuge Liang, Xun You,Guo Jia dan Zhou Yu masing-masing berbeda pandangan dan wataknya. Setiap karakter mempunyai watak dan sifatnya sendiri yang berbeda satu sama lain. Penggambaran perbedaan watak karakter ini menjadikan roman ini diakui sebagai salah satu wakil dari puncak perkembangan sastra Tiongkok dalam sejarah. Kisah Tiga Negara ditulis dalam bahasa klasik (文言文).

20.57 Diposting oleh Maz alif 0 komentar

Kerajaan Singhasari

Kerajaan Tumapel (Singhasari)
Locator singhasari.png
Lokasi pusat Kerajaan Singhasari
Masa Berdirinya1222-1292
Didahului olehKadiri
Digantikan olehMajapahit
Ibu kotaKutaraja, Singhasari
AgamaHindu
Buddha
Pemerintahan
-Raja pertama
-Raja terakhir
Monarki
Ken Arok (1222-1227)
Kertanagara (1268-1292)

Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timuryang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang.